Education of a Wandering Man oleh Louis L’Amour

expand-lamour02Baru saja aku menyelesaikan buku Education of a Wandering Man oleh Louis L’Amour. Aku tahu buku ini dari salah seorang Redditor INFP yang memberikan rekomendasi buku-buku yang mungkin akan disukai oleh INFP lainnya. Aku tertarik dengan judulnya, pendidikan untuk seorang pengembara.

Aku rasa ini adalah salah satu buku yang mengubah hidupku.

Buku ini menceritakan tentang bagaimana penulis buku ini, Louis L’Amour mendapatkan pendidikan dari membaca, bertanya, mengembara, dan banyak pekerjaan yang pernah dia lakukan.

Pada bagian awal buku, aku mendapatkan kesulitan dalam membaca buku ini. Jujur saja, aku belum termasuk sebagai pembaca buku, aku masih dalam tahap ingin menjadi pembaca buku. Bahasa Inggrisku masih jauh dari kata bisa membaca dengan baik, terlalu banyak kosakata yang tidak ku ketahui. Alasan lainnya, karena aku tidak terlalu suka dengan latar belakang kehidupan Louis di Amerika yang gemar tinju. Namun, setelah aku baca setengah, buku ini menjadi lebih dan lebih menarik lagi untuk ku baca.

Louis merupakan orang yang sangat beruntung karena memiliki keluarga pecinta buku. Dia tidak melanjutkan sekolah, dia putuskan bahwa dia akan memakai cara dia sendiri untuk mengedukasi dirinya sendiri yakni dengan membaca dan merantau. Dia membaca lebih dari seratus buku dalam satu tahun. Dia pun telah berkelana hampir ke seluruh dunia. Dia membaca beragam jenis buku. Dia belajar banyak hal mengenai orang-orang mulai dari suku Indian sampai orang Indonesia. Hal ini sungguh luar biasa menurutku.

Louis seperti memberikan jalan untuk pembaca pemula sepertiku untuk masuk ke dalam dunia pengetahuan yang tidak ada batasnya. Louis benar-benar menginspirasiku untuk membaca lebih banyak dan belajar lebih banyak tentang kehidupan ini. Mungkin aku bisa mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan yang selama ini belum aku temukan. Mungkin aku bisa mengubah dunia kecilku setidaknya dan bisa menginspirasi orang lain seperti apa yang telah dilakukan Louis. Aku benar-benar beruntung bisa membaca buku ini.

Buku ini menginspirasiku untuk membaca lebih banyak buku. Buku ini merupakan alasan mengapa aku mempunyai resolusi membaca buku yang banyak dan membuat blog ini.

Aku menyimpan beberapa screenshot kutipan menarik yang ditulis Louis. Berikut kutipan-kutipan tersebut.

If one wishes to write, he or she had better be writing, and there is no real way in which one writer can help another. Each must find his own way, as I was to find mine.

Gustave Flaubert said once that “Talent is nothing but long patience.” 

No doubt that is at least partly true. Certainly, in the years when I was beginning as a writer, I met a number of young men and women with similar ambitions. Often they wrote things so brilliant that I envied them, their facility with with words and ideas, yet of the dozen or so I knew then, only one made it as a professional, and he became Sunday editor of a newspaper. The others all fell by the wayside, unable or unwilling to take rejection, and obviously incapable of that long patience of which Flaubert speaks.

One has to remember the old Chinese adage, “A journey of a thousand miles begin with a single step.” One just has to keep taking that step over and over again. There is no easy way; there are no shortcut.

Many young people despise compromise, but without it, the world would come to a standstill. If I cannot have my way and you cannot have yours, perhaps there is a middle ground we can both accept. It is as simple as that, and everyday of our lives we are compromising in every possible way, adjusting and adapting to what needs to be done.

We are, finally, all wanderers in search of knowledge. Most of us hold the dream of becoming something better than we are, something large, richer, in some way more important to the world and ourselves. Too often, the way taken is the wrong way, with too much emphasis on what we want to have, rather than what we wish to become.

Aku berencana untuk membaca buku ini lagi suatu hari karena aku kadang melewatkan beberapa bagian yang pusing untuk ku baca. Aku mungkin akan mendapatkan pengetahuan yang baru lagi. Sebelum aku menyelesaikan buku ini, alasan lainku untuk kembali membaca buku ini lagi adalah untuk menulis judul-judul buku yang telah Louis baca yang dia sebut dalam buku ini. Tapi ternyata, di akhir bagian terdapat Bibliografi yang berisi daftar buku yang dia baca pada tahun 30-an yang sebagian besar telah disebut di dalam buku ini. Haha, thank you very much, Mr. Louis, you know me so well. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s