Dunia Sophie oleh Jostein Gaarder

Butuh waktu sejenak sebelum aku mengetik paragraf demi paragraf yang akan aku buat dalam tulisan ini setelah aku akhirnya menghabiskan Dunia Sophie. Aku boleh bilang bahwa buku ini adalah buku kedua yang kedua yang ku baca pada tahun ini yang mengubah hidupku setelah buku Education of A Wandering Man karya Louis L’Amour yang ku baca sebulan yang lalu. Buku ini merupakan buku yang penting karena memperkenalkan sebuah subjek yang sangat penting dalam menjalani kehidupan yakni filsafat. Aku sama sekali tidak mengerti mengenai mereka yang memberikan rating 1-3 di Goodreads atau bahkan tidak melanjutkan membaca buku ini. Bagaimana mungkin mereka tidak menikmati buku ini seperti yang aku rasakan?

1658408

Jujur saja, umurku sekarang 27 tahun dan mirip dengan orang-orang Indonesia lainnya, aku tidak memiliki kebudayaan membaca buku. Jadi pengetahuanku mengenai apapun sangat terbatas. Aku pernah mendengar mengenai filsafat tapi aku tidak pernah mencoba menyentuhnya. Mungkin karena aku tidak pernah bertemu dengan orang yang menyukai filsafat dan mungkin karena setiap orang yang ku kenal selalu menghindari pertanyaan-pertanyaan filsafat.

Aku masih cukup ingat ketika aku masih belajar di SD (aku lupa lagi umur berapa) aku pernah bertanya mengenai Tuhan. Jika Tuhan adalah yang menciptakan seluruh alam raya dan kehidupan ini, maka siapakah yang menciptakan Tuhan? Bagaimana asal mula kehidupan ini? Namun orang yang ku tanya biasanya menjawab untuk jangan memikirkan hal-hal seperti ini. “Kita tidak berhak bertanya mengenai hal-hal seperti itu. Itu melebihi kodrat manusia.”, dan jawaban lainnya yang mengindikasikan bahwa mempertanyakan hal-hal seperti ini tabu untuk ditanyakan. Bahkan jawaban sama pun ku dapatkan sampai sekarang saat aku kadang bertanya mengenai kehidupan kepada teman-temanku.

Aku jadi berfikir mengapa aku tidak pernah mencari tahu lebih lanjut setelah aku mempertanyakan itu semua? Apa yang aku lakukan seumur hidupku? Aku merasa aku menyia-nyiakan semua waktuku dalam kesia-siaan. Mengapa aku tidak belajar lebih banyak sejak dulu? Mengapa aku tidak mencoba membaca lebih banyak sejak dulu? Mengapa aku memilih hal-hal yang mudah seperti membaca Manga atau novel fantasi yang hanya memuaskan estetika ku saja?

Dunia Sophie mengenalkanku pada filsafat pada umur 27 tahunku ini. Dan aku telah benar mengambil keputusan untuk mencoba menjadi pembaca buku. Aku masih jauh dari seorang pembaca buku seperti Pak Louis namun aku dalam jalan yang tepat. Aku bersyukur aku menjadi aku seperti sekarang ini. Aku rasa filsafat memang sebuah subjek yang sangat penting untuk diketahui semua orang sehingga dia akan berfikir lebih banyak, apa yang penting dan apa yang tidak penting. Dunia Sophie merupakan buku perkenalan yang sangat baik jika Anda tidak tahu mengenai filsafat sebelumnya sepertiku. Novel ini fiksi, ada sisi fantasinya yang menurutku sangat luar biasa cemerlang idenya. Mengingatkanku pada buku Seno Gumira Ajidarma yang berjudul Kitab Omong Kosong, novel favoritku. Aku rasa aku akan membaca buku Gaarder lainnya setelah ini.

 

Advertisements

One thought on “Dunia Sophie oleh Jostein Gaarder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s